Farm Bos Kami merupakan penyedia informasi terdepan tentang harga kebutuhan ternak.

Budidaya Ikan Cupang

Betta Splendens, Salah Satu Jenis Ikan Aduan

Budidaya ikan cupang merupakan salah satu hobi yang banyak diminati sejak lama.

Hal ini dikarenakan keindahan corak warna dan bentuk dari ikan air tawar ini mampu menghasilkan omset puluhan juta rupiah bagi mereka yang mau beternak cupang.

Selain indah, ikan cupang juga memiliki daya tahan tubuh yang kuat sehingga banyak yang memeliharanya untuk dilombakan dalam adu tarung.

Dalam budidayanya, ikan cupang terbagi menjadi dua kelompok yakni ikan cupang hias dan ikan tarung (cupang aduan).

Untuk jenisnya sendiri terdapat lebih dari 73 spesies yang telah diidentifikasi, namun hanya beberapa yang populer untuk dipelihara.

Kebanyakan yang beredar di masyarakat yakni jenis Betta splendensBetta mahachaiBetta smaragdina, Betta stiktos, Betta imbellis, dan beberapa persilangan dari jenis tersebut.

 

Jenis Budidaya Ikan Cupang

1. Budidaya Ikan Cupang Hias

Ikan Cupang Halfmoon, Salah Satu Jenis Ikan Hias
Ikan Cupang Halfmoon, Salah Satu Jenis Ikan Hias

 

Ikan cupang hias banyak dibudidaya untuk dijual karena memiliki harga yang cukup tinggi.

Nilai jual ikan ini berdasarkan keindahan warna, bentuk, gerak, dan mental ikan.

Beberapa jenis cupang hias berasal dari spesies Betta splendens, seperti halfmoon, double tail, plakat, crown tail dan giant.

Untuk membedakannya dari jenis cupang aduan, kamu bisa melihat dari bentuk sirip dan ekornya yang panjang menjumbai.

 

2. Budidaya Ikan Cupang Aduan

Ikan cupang aduan merupakan variasi persilangan dari beberapa spesies Betta splendensBetta imbellis, dan Betta mahachai.

 

Betta Splendens, Salah Satu Jenis Ikan Aduan
Betta Splendens, Salah Satu Jenis Ikan Aduan

Ikan ini banyak dibudidaya untuk dilombakan pada kontes adu ikan di beberapa negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Untuk membedakannya dari ikan hias, kamu bisa melihat dari gerakannya yang agresif, bentuk tubuhnya yang terlihat kokoh, bibirnya yang tebal, dan giginya yang tajam.

 

Cara Budidaya Ikan Cupang

Budidaya ikan ini terbilang sangat mudah dan murah karena memerlukan sedikit perlengkapan dan perawatan.

Kamu tidak perlu menyediakan tempat yang luas jika tidak ada karena ikan cupang mampu bertahan di lingkungan yang sempit dan miskin oksigen.

Untuk cara membudidayakannya terdiri dari proses pemijahan, perawatan, dan pemberian makanan. Adapun langkah-langkah dalam pemijahan ikan cupang yakni sebagai berikut.

 

1. Membedakan ikan cupang jantan dan betina

Sebelum memilih induk cupang untuk dikawinkan maka bedakan antara cupang jantan dan betina.

 

Perbedaan Ikan Cupang Jantan dan Ikan Cupang Betina
Perbedaan Ikan Cupang Jantan dan Ikan Cupang Betina

Ikan jantan memiliki sirip ekor lebih besar dan lebar jika dibandingkan betina yang tampak kecil. Selain itu, gerakan cupang jantan cenderung lebih agresif dan indah.

Untuk bagian perutnya, pada cupang jantan terlihat lebih ramping, sedangkan pada cupang betina tampak lebih berisi.

 

2. Memilih indukan ikan cupang yang berkualitas

Pilihlah induk cupang jantan dan betina yang berkualitas.

Pilih Indukan Cupang yang Berkualitas, Salah Satunya Terbebas dari Penyakit
Pilih Indukan Cupang yang Berkualitas, Salah Satunya Terbebas dari Penyakit

Pastikan ikan bebas penyakit, tidak cacat, dan masih bugar. Pastikan mata ikan juga tidak bermasalah, sisiknya tidak ada yang luka serta semua sirip ekor dan perutnya tidak ada yang cacat.

Untuk induk jantan maka pastikan ia bisa menjaga telur dengan baik, lihat tingkat keagresifannya dengan mendekatkan jari kamu.

 

 

  • Memilih induk yang cukup umur dan sudah matang
Ikan yang Sudah Cukup Umur Memiliki Badan Bulat
Ikan yang Sudah Cukup Umur Memiliki Badan Bulat

Pilihlah induk jantan yang sudah cukup umur dan berpengalaman agar mampu menjaga dan tidak memakan telurnya sendiri.

Usia cupang jantan setidaknya 4-8 bulan dengan ciri berbadan panjang, sirip berwarna terang, serta lebih lincah dan agresif.

Sedangkan untuk cupang betina harus berumur 3-4 bulan. Ciri-cirinya berbadan bulat, perut buncit, warna sirip kusam dan pendek, serta gerakannya menjadi lamban dan tidak agresif.

 

3. Menyiapkan wadah pemijahan

Siapkan wadah akuarium minimal berukuran (30×30) cm atau bisa juga menggunakan ember plastik.

Isi dengan air bersih setinggi 10-15 cm lalu diamkan selama sehari. Tambahkan tumbuhan air atau substrat seperti daun ketapang, sterofoam, atau lembaran plastik bening, namun jangan terlalu banyak.

Tumbuhan atau substrat ini akan digunakan oleh ikan cupang jantan untuk membuat gelembung atau sarang untuk meletakkan telur.

Siapkan juga dua buah toples atau gelas bening terpisah untuk meletakkan induk betina.

 

Siapkan 2 Toples untuk Proses Pemijahan
Siapkan 2 Toples untuk Proses Pemijahan

Toples ini nantinya akan memisahkan induk betina dari induk jantan selama proses pemijahan, dan berfungsi untuk merangsang induk jantan agar membuat gelembung-gelembung udara yang digunakan untuk melindungi telur.

Sedangkan toples yang lain akan berfungsi untuk memisahkan telur dari si induk betina yang bisa saja memakannya setelah pemijahan.

 

4. Proses pemijahan ikan cupang

Letakkan cupang jantan yang siap kawin dalam akuarium dan cupang betina pada toples. Masukkan toples berisi ikan betina ke dalam akuarium dan diamkan mereka selama sehari agar ikan jantan mau menghasilkan gelembung-gelembung udara.

Jika Telah Terbentuk Gelembung maka Ambil Ikan Betina pada Toples dan Letakkan dalam Akuarium Bersama Ikan Jantan
Jika Telah Terbentuk Gelembung maka Ambil Ikan Betina pada Toples dan Letakkan dalam Akuarium Bersama Ikan Jantan

Jika telah terbentuk gelembung maka ambil ikan betina pada toples dan letakkan dalam akuarium bersama ikan jantan. Lakukan pemijahan pada jam 7-10 pagi atau jam 4-6 sore.

Letakkan wadah pemijahan di tempat yang gelap dan sepi agar induk betina tidak sensitif dan malu. Jika perlu tutup sisi-sisi akuarium dengan karton atau kardus agar ikan tidak bisa melihat sekitarnya.

Ikan jantan akan membelit tubuh betina selama proses pembuahan dan setelah si betina mengeluarkan telur-telunya, ikan jantan akan segera mengambil telur-telur tersebut dan meletakkannya pada gelembung yang sudah dibuat.

Ketika ikan betina telah berhenti mengeluarkan telur maka segera pindahkan induk betina tersebut ke toples atau akuarium yang telah diberikan metylene blue atau pomate untuk mengobati luka selama pemijahan.

Biarkan induk jantan tetap di akuarium untuk menjaga telur-telurnya selama kurang lebih tiga hari. Telur-telur hasil pembuahan akan menjadi burayak (anakan cupang) dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pemijahan.

 

Tips Budidaya Cupang Agar Tidak Gagal Panen

Dalam sekali pemijahan ikan cupang mampu menghasilkan 800-1000 telur, namun hanya 30-50 ekor yang mampu bertahan hidup hingga menjadi ikan cupang dewasa.

Tingkat kematian burayak yang tinggi ini banyak diakibatkan oleh faktor perawatan yang kurang optimal.

Untuk itu selama budidaya ikan cupang perlu diperhatikan beberapa tips berikut agar kemungkinan hidup burayak lebih tinggi dan hasil panen bisa melimpah.

 

  • Air

Ikan cupang merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki habitat asli di danau, rawa-rawa, dan sungai yang berarus tenang.

Untuk itu, jangan gunakan air kemasan atau air yang berkaporit seperti PAM yang akan membuat ikan cupang tidak bisa beradaptasi.

 

Gunakan Air Tanah yang Bersih untuk Ikan Cupang
Gunakan Air Tanah yang Bersih untuk Ikan Cupang

Gunakan air sungai atau air tanah yang bersih, endapkan terlebih dahulu selama semalam sebelum menggunakannya.

 

 

  • Induk jantan di bawah umur

Induk jantan yang masih muda atau kurang dari 5 bulan pastinya enggan untuk merawat buyarak karena tidak memiliki pengalaman.

Malah kebanyakan dari ikan-ikan ini akan memakan burayak tersebut. Untuk itu pilih induk jantan yang sudah berpengalaman.

Kamu bisa menggunakan cupang jantan untuk 6-8 kali proses pemijahan, berbeda dengan cupang betina yang hanya sekali kawin. Gunakan dengan selang waktu 2-3 minggu.

 

  • Jangan sering dilihat

Untuk para pemula yang tidak berpengalaman pastinya akan merasa senang ketika melihat ikan cupang hasil pemijahan mereka berhasil memproduksi banyak telur.

Ikan Cupang Jangan Terlalu Sering Dilihat
Ikan Cupang Jangan Terlalu Sering Dilihat

Bahkan saking senangnya mereka cenderung mengawasi burayak-burayak tersebut terlalu sering. Padahal jika terlalu sering diperhatikan akan membuat induk cupang lebih agresif sehingga mengganggu ketenangan air dan keberlangsungan hidup anak cupang yang masih rentan ini.

 

  • Jangan terlalu cepat mengganti air

Terlalu cepat mengganti air juga dapat mengganggu ketenangan air tempat burayak tumbuh.

Selang penyedot akan menghasilkan riak atau ombak pada air sehingga bisa membunuh burayak yang masih belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Gantilah air ketika kondisi akuarium sudah keruh, namun tunggu hingga burayak-burayak tersebut cukup kuat untuk berenang secara bebas di air.

 

 

  • Telat memberi makan induk ikan dan buyarak
Jangan Sampai Telat Memberi Pakan Induk dan Anak Cupang
Jangan Sampai Telat Memberi Pakan Induk dan Anak Cupang

Selama proses pemijahan, ikan cupang jantan tidak mendapatkan makanan sama sekali. Ditambah lagi ia harus meletakkan telur hasil pembuahan ke dalam gelembung sehingga membutuhkan energi yang besar.

Untuk itu jangan sampai telat dalam memberikan makanan ke induk ikan agar ia tidak memakan burayak-burayaknya sendiri.

Selain itu jangan lupa memberikan asupan gizi yang cukup kepada burayak agar ia lebih cepat kuat.

 

 

  • Jangan telat memindahkan induk jantan dan burayak

Pisahkan induk jantan setelah burayak berumur 2 minggu. Namun jika kamu mengetahui induk tersebut sering memakan burayak meski telah mendapat makanan yang cukup maka segera pindahkan ke tempat lain.

Ruang yang sempit juga akan membatasi gerak burayak yang semakin dewasa.

Untuk itu segera pindahkan ke tempat yang lebih luas dan pisahkan antara burayak jantan dan betina saat berumur 1,5 bulan.

 

Pakan Cupang

Bedakan makanan untuk ikan cupang ketika masih anakan dan ketika sudah dewasa.

Saat masih berumur 4 hari, berilah makanan berupa kutu air. Setelah berumur sekitar 1-1,5 bulan, yakni saat gigi anak cupang sudah cukup kuat maka beri ia makanan larva atau jentik nyamuk.

 

Jentik Nyamuk untuk Pakan Ikan Cupang
Jentik Nyamuk untuk Pakan Ikan Cupang

Kamu bisa mendapatkan jentik nyamuk di kubangan air atau membuat sarang nyamuk sendiri untuk dikembangbiakkan.

Selain jentik nyamuk, kamu juga bisa memberikan makanan ikan cupang berupa cacing sutera. Bedanya tingkat pencemaran cacing sutera lebih banyak.

Jika kamu menggunakan cacing sutera maka pasanglah aerator pada akuarium sehingga cacing tidak cepat mati dan mencemari air.

Meskipun ikan cupang memiliki labirin khusus untuk bertahan di air yang keruh namun pencemaran makanan yang membusuk bisa mematikan semua ikan.

 

Semoga dengan artikel ini kamu bisa budidaya ikan cupang dengan benar ya, semoga bermanfaat!

Farm Bos Kami merupakan penyedia informasi terdepan tentang harga kebutuhan ternak.

Ikan Black Ghost

Farm Bos
4 min read

Jaring Ikan

Farm Bos
2 min read

Harga Ikan Tenggiri

Farm Bos
4 min read

Tinggalkan Balasan